assalamu'alikum, wal muslimina wal muslimat wal mukminina wal mukminat
Jika anda sekarang merasa putus asa akan dosa-dosa anda yang banyak dan besar, maka berhentilah untuk putus asa. Karena rahmat Allah lebih besar dari murkanya. Setiap orang juga PASTI pernah melakukan dosa, kok.
Tercatat dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tatkala Allah menciptakan para makhluk, Dia menulis dalam kitab-Nya, yang kitab itu terletak di sisi-Nya di atas ‘Arsy, “Sesungguhnya rahmat-Ku lebih mengalahkan kemurkaan-Ku.” (HR. Bukhari no. 6855 dan Muslim no. 2751)
Dari Anas r.a dia berkata: Saya
mendengar Rasulullah SAW bersabda: Allah Ta’ala berfirman: “Wahai anak
Adam, sesungguhnya Engkau berdo’a kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka
akan Aku ampuni engkau, Aku tidak peduli (berapapun banyaknya dan
besarnya dosamu). Wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu (sebanyak) awan
di langit kemudian engkau minta ampun kepada-Ku niscaya akan Aku ampuni
engkau. Wahai anak Adam sesungguhnya jika engkau datang kepada-Ku
dengan kesalahan sepenuh bumi kemudian engkau menemuiku dengan tidak
menyekutukan Aku (syirik) sedikitpun maka akan Aku temui engkau dengan
sepenuh itu pula ampunan”. (Hadits Riwayat Turmuzi dan dia berkata : haditsnya hasan shahih).
untuk Pak Zahid Hd, ini pak tugas cerpennya. semoga bermanfaat
yang Paling Penting
Taubat
Pada suatu hari di suatu SMA terdapat
seorang siswa kelas X yang benama John. Dia merupakan anak yang
pendiam dan pemalas, terutama dalam beribadah, dia hampir tidak
pernah, kecuali shalat Jum'at, itupun jarang-jarang. Dia juga orang
yang lugu dan kaku. Tapi dia orang yang baik dan cukup pintar,
walaupun suka mencontek jika mengerjakan ulangan.
Memang awalnya dia merupakan anak yang
baik, tapi karena lingkungan sekolahnya merupakan lingkungan yang
tidak baik, dia akhirnya terjurumus pada kenakalan-kenakalan remaja.
Dia yang sebelumnya tidak mengenal Game Online dan minuman keras,
akhirnya tahu dan melakukannya. Dia sering diajak oleh teman-temannya
untuk melakukan hal tersebut, dan dia dengan lugunya mau. Hal-hal
tersebut lama kelamaan menjadi kebiasaan dalam kesehariannya.
Akibatnya dia menjadi semakin pendiam
dan tertutup, terutama kepada keluarganya. Tidak hanya itu, dia
menjadi semakin pemalas. Dulu dia rajin mengikuti les privat di
rumahnya, tapi sekarang dia sudah tidak pernah lagi, karena sibuk
bermain Game Online. Prestasinya juga smakin menurun sangat drastis.
Dia juga menjadi semakin tidak jujur. Uang SPP yang seharusnya
dibayarkan ke sekolah ia gunakan untuk bermain Game Online dan
minuman keras.
Suatu hari usaha ayahnya pengalami
pemrosotan pengahasilan yang sangat pesat. Akhirnya John mulai jarang
bermain Game Online. Tetapi dia masih minum minuman keras. Di sekolah
ia dikucilkan dan dibully. Karena dia dianggap miskin dan tidak punya
kelebihan apa-apa. Tetapi dia masih punya seorang sahabat yang
bernama Angga. Dia sering memotifasi dan bertukarpikiran dengan John.
Suatu hari saat Angga dan John sedang
duduk di pinggir jalan sambil minum minuman keras, Angga bertanya
pada John,”Sam Jo, apa yang kita lakukan ini baik, ya?”. John
menjawab”Iya ya. Memang sih minum minuman keras itu enak, tapi
kalau dipikir-pikir hidup kita jadi lebih susah.”.”Benar juga
tuh. Sekarang prestasiku turun dan aku jadi sering bertengkar dengan
kedua orang tuaku, karena mereka melarangku minum-minum. Mungkin
mereka benar.”. “Kalau begitu mari kita perbaiki ini semua!”John
menambah. “tapi gimana, ya?”Angga bingung. “Jangan kawatir kan
ada Yash Shamad(Allah, Zat tempat memohon dan mengadu). Setiap
orang pasti pernah melakukan dosa. Oleh karena itu, yang penting
adalah selalu bertaubat.”. “He..he..he.. Oke kyai.”
jawab Angga. “Mana ada Kyai yang minum minum!?”John bingung.
“hehehe... bercanda, sam.”jawab Angga. “
Akhirnya John dan Angga mulai
mengurangi bermain Game Online dan minum minuman keras. Tapi usahanya
tidak berjalan lancar. Mereka sering digoda teman-temannya di
sekolah. Akibatnya setelah sekitar satu bulan sudah tidak minum
minum, John dan Angga minum minum lagi. Tapi setelah itu mereka
berhenti lagi. Namun setelah sekitar 3 bulan kemudian mereka
minum-minum lagi, lalu ber henti sampai sekarang. Di sekolah,
sekarang mereka lebih rajin lagi dalam beribadah dan belajar.
Akhirnya kehidupan mereka menjagi jauh lebih baik dan hubungan
persahabatan mereka semakin erat dan mereka menjadi dekat lagi dengan
keluarga mereka masing-masing.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar