Minggu, 14 April 2013

Jangan Putus asa, Taubat aja

14 April 2013
 
assalamu'alikum, wal muslimina wal muslimat wal mukminina wal mukminat     
                                                                   aduch!!
Jika anda sekarang merasa putus asa akan dosa-dosa anda yang banyak dan besar, maka berhentilah untuk putus asa. Karena rahmat Allah lebih besar dari murkanya. Setiap orang juga PASTI pernah melakukan dosa, kok.

 Tercatat dalam sebuah  hadits yang diriwayatkan Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tatkala Allah menciptakan para makhluk, Dia menulis dalam kitab-Nya, yang kitab itu terletak di sisi-Nya di atas ‘Arsy, “Sesungguhnya rahmat-Ku lebih mengalahkan kemurkaan-Ku.” (HR. Bukhari no. 6855 dan Muslim no. 2751)


Dari Anas r.a dia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Allah Ta’ala berfirman: “Wahai anak Adam, sesungguhnya Engkau berdo’a kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka akan Aku ampuni engkau, Aku tidak peduli (berapapun banyaknya dan besarnya dosamu). Wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu (sebanyak) awan di langit kemudian engkau minta ampun kepada-Ku niscaya akan Aku ampuni engkau. Wahai anak Adam sesungguhnya jika engkau datang kepada-Ku dengan kesalahan sepenuh bumi kemudian engkau menemuiku dengan tidak menyekutukan Aku (syirik) sedikitpun maka akan Aku temui engkau dengan sepenuh itu pula ampunan”. (Hadits Riwayat Turmuzi dan dia berkata : haditsnya hasan shahih).



untuk Pak Zahid Hd, ini pak tugas cerpennya. semoga bermanfaat


 yang Paling Penting Taubat

Pada suatu hari di suatu SMA terdapat seorang siswa kelas X yang benama John. Dia merupakan anak yang pendiam dan pemalas, terutama dalam beribadah, dia hampir tidak pernah, kecuali shalat Jum'at, itupun jarang-jarang. Dia juga orang yang lugu dan kaku. Tapi dia orang yang baik dan cukup pintar, walaupun suka mencontek jika mengerjakan ulangan.
Memang awalnya dia merupakan anak yang baik, tapi karena lingkungan sekolahnya merupakan lingkungan yang tidak baik, dia akhirnya terjurumus pada kenakalan-kenakalan remaja. Dia yang sebelumnya tidak mengenal Game Online dan minuman keras, akhirnya tahu dan melakukannya. Dia sering diajak oleh teman-temannya untuk melakukan hal tersebut, dan dia dengan lugunya mau. Hal-hal tersebut lama kelamaan menjadi kebiasaan dalam kesehariannya.
Akibatnya dia menjadi semakin pendiam dan tertutup, terutama kepada keluarganya. Tidak hanya itu, dia menjadi semakin pemalas. Dulu dia rajin mengikuti les privat di rumahnya, tapi sekarang dia sudah tidak pernah lagi, karena sibuk bermain Game Online. Prestasinya juga smakin menurun sangat drastis. Dia juga menjadi semakin tidak jujur. Uang SPP yang seharusnya dibayarkan ke sekolah ia gunakan untuk bermain Game Online dan minuman keras.
Suatu hari usaha ayahnya pengalami pemrosotan pengahasilan yang sangat pesat. Akhirnya John mulai jarang bermain Game Online. Tetapi dia masih minum minuman keras. Di sekolah ia dikucilkan dan dibully. Karena dia dianggap miskin dan tidak punya kelebihan apa-apa. Tetapi dia masih punya seorang sahabat yang bernama Angga. Dia sering memotifasi dan bertukarpikiran dengan John.
Suatu hari saat Angga dan John sedang duduk di pinggir jalan sambil minum minuman keras, Angga bertanya pada John,”Sam Jo, apa yang kita lakukan ini baik, ya?”. John menjawab”Iya ya. Memang sih minum minuman keras itu enak, tapi kalau dipikir-pikir hidup kita jadi lebih susah.”.”Benar juga tuh. Sekarang prestasiku turun dan aku jadi sering bertengkar dengan kedua orang tuaku, karena mereka melarangku minum-minum. Mungkin mereka benar.”. “Kalau begitu mari kita perbaiki ini semua!”John menambah. “tapi gimana, ya?”Angga bingung. “Jangan kawatir kan ada Yash Shamad(Allah, Zat tempat memohon dan mengadu). Setiap orang pasti pernah melakukan dosa. Oleh karena itu, yang penting adalah selalu bertaubat.”. “He..he..he.. Oke kyai.” jawab Angga. “Mana ada Kyai yang minum minum!?”John bingung. “hehehe... bercanda, sam.”jawab Angga. “
Akhirnya John dan Angga mulai mengurangi bermain Game Online dan minum minuman keras. Tapi usahanya tidak berjalan lancar. Mereka sering digoda teman-temannya di sekolah. Akibatnya setelah sekitar satu bulan sudah tidak minum minum, John dan Angga minum minum lagi. Tapi setelah itu mereka berhenti lagi. Namun setelah sekitar 3 bulan kemudian mereka minum-minum lagi, lalu ber henti sampai sekarang. Di sekolah, sekarang mereka lebih rajin lagi dalam beribadah dan belajar. Akhirnya kehidupan mereka menjagi jauh lebih baik dan hubungan persahabatan mereka semakin erat dan mereka menjadi dekat lagi dengan keluarga mereka masing-masing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar